Dewasa ini berkembang kabar bahwa merokok dengan vaporizer
alias rokok elektrik lebih sehat ketimbang dengan rokok tembakau. Tapi
apakah memang sudah ada bukti atau jurnal tertulis yang membahas tentang
ini? Toh buktinya hingga saat ini belum ada vaporizer yang diberi predikat aman oleh dinas kesehatan. Merokok dengan E-Cigarette atau Vaporizer lebih aman, kata siapa?
The Lancet, jurnal medis dari Inggris mengecam sebuah metodologi laporan yang baru dirilis oleh Public Health England (PHE) yang menyebutkan bahwa penggunaan rokok elektrik (Vape)
95% lebih tidak berbahaya dibandingkan rokok tembakau. The Lancet
menyatakan bahwa laporan ini didasarkan pada dana yang dikucurkan oleh
industri e-cigarette (rokok elektrik). Kamu bisa baca laporan dari PHE di link berikut ini, Public Health England.
The
Lancet mengatakan kesimpulan utama dari studi PHE yang secara luas
menjadi berita utama didasarkan pada briefing dan laporan dari tahun
2014. Laporan tersebut ditulis oleh mantan penasihat bidang medis
pemerintahan Inggris, David Nutt dan koleganya.
Berdasar pada para ahli
Hal
ini didasarkan pada sebuah kumpulan ahli yang menguji produk nikotin
yang berbeda dan menyimpulkan bahwa rokok adalah yang paling berbahaya,
yakni di persentase 99,6%. E-cigarette (rokok elektrik) dinilai
memiliki 4% dari kerugian relatif rokok, dan ini adalah asal mula di
mana angka 95% berasal dari. Namun makalah Nutt ini memiliki beberapa
peringatan yang gagal diungkapkan oleh PHE. Ada beberapa kekurangan yang
digunakan pada panel dan tidak adanya kriteria formal untuk para ahli
yang berpartisipasi.
Kalau kamu adalah salah satu orang yang menggunakan vaporizer alias rokok elektrik untuk berhenti merokok, mendingan di-stop juga. Kita belum tahu akibat apa yang ditimbulkan vaporizer
pada tubuh kita. Beberapa studi telah menemukan bahwa rasa digunakan
dalam rokok elektrik dapat menyebabkan masalah pernapasan dan merusak
sistem kekebalan tubuh, sementara penelitian yang dipublikasikan oleh
University of Southern California mengatakan rokok elektrik bisa
mendorong anak-anak untuk mencobanya.
Sebenarnya
untuk berhenti merokok, semuanya dimulai dari diri kamu sendiri.
Berikut adalah tips untuk berhenti merokok yang kami rangkum langsung
dari beberapa mantan perokok yang sudah berhasil berhenti dan hidup
sehat lebih dari saat mereka masih merokok.
- Pertama dan yang paling penting adalah bulatkan niat dan tekad. Anggap saja ini demi orang terkasihmu. Kamu harus punya tekad yang kuat untuk berhenti merokok.
- Minta orang terdekatmu untuk mendukung dan mengawasimu agar jauh dari bungkusan rokok dan si rokok itu sendiri.
- Jangan mengganti rokok dengan vaporizer atau rokok elektrik, sebaiknya gunakan permen atau permen karet. Namun jika kamu menggunakan permen karet sebagai obat untuk mulut kamu yang asam karena tidak merokok, perhatikan kadar gula yang masuk ke tubuh kamu. Jangan sampai lepas dari kecanduan rokok tapi kena diabetes.
- Cari kesibukan tanpa rokok, misalnya sibuk bekerja di ruangan AC atau olahraga ringan. Untuk perokok berat, biasanya nafas mereka pendek-pendek, dan bagi yang jarang berolahraga, tidak disarankan untuk langsung berolahraga keras karena hal tersebut dapat memicu pengecilan saraf yang berakibat fatal.
- Perbanyak minum air putih untuk menetralisir racun. Kamu juga bisa minum susu murni atau air kelapa hijau untuk mengeluarkan toxin.
Sepertinya
satu-satunya hal yang semua organisasi kesehatan tampaknya setuju
adalah diperlukan studi lebih lanjut untuk memahami risiko vaping
dan penggunaannya dalam berhenti merokok. Jadi, buat apa sih masih
bertahan dengan rokok dan sebangsanya? Mendingan hidup sehat dengan
berenti ngasep, guys! Kalau kamu ada cara berhenti ngerokok lainnya, share di kolom komentar ya!!

Post a Comment
Harap tidak mencantumkan link berbau porno, iklan ataupun lainnya yang selayaknya tidak pantas pada komentar ya...
Thanks
Adm AlfianNetwork